Di zaman yang serba terbuka pada saat ini, berbagai pengaruh dan budaya berpakaian seakan-akan tidak akan pernah ada habisnya untuk ditemukan perkembangannya tiap hari. Mulai dari yang paling sopan hingga yang paling ngawur, ada.
Apalagi saya yang hidup di Bali, sebuah pulau kecil diantara pulau-pulau besar di negara tercinta kita ini, Indonesia. Bali merupakan target yang biasa untuk wisatawan domestik maupun asing dalam berlibur. Dari kedatangan mereka lah terjadi sebuah pergeseran-pergeseran kecil tentang cara berpakaian sehari-hari wanita Bali maupun Indonesia.
Perdebatan dimulai ketika wanita menanyakan tentang haknya. "Mau-mau gue dong pake pakean apa, gue telanjang juga kan terserah gue, kan?". Well, memang benar terserah "lu", suka-suka "lu". Tapi apa "lu" hidup sedirian? Seperti di hutan belantara yang tidak ada peradabannya "gituh"? Ada juga wanita yang mengatakan kalau pria yang harus menjaga matanya agar tidak melihat cara berpakaiaanya yang seksi. Ini pernyataan yang paling tidak masuk akal. Pria itu seperti kucing jaman dulu, dikasi ikan di depan matanya pasti langsung ngiler. Kecuali kalau kucingnya gila, mungkin dia lewat sok cool kayak Brad Pitt.
Well, sebenarnya sebagian besar pria akan menganggap wanita Indonesia yang berpakaian seksi sedang menjual dirinya. Bayangkan, dirinya saja tidak bisa menghargai tubuhnya dengan cara memamerakan bagian-bagian seksual, apalagi pria yang melihat? Asosiasi kami para pria pastilah wanita itu sedang menjual dirinya, masalah harga, bisa dinegosiasikan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Tapi intinya dia menjual diri, itu.
Jadi bagi para wanita, jika masih mau dihargai, hargai dulu diri kalian dengan berpakaian sopan dan sewajarnya, pada tempatnya. Jangan salahkan kami jika kami menawar diri kalian murah ketika kalian berpakaian seksi di jalanan.
agree.
ReplyDelete